Kalkulator Break Even Point
Gunakan kalkulator break even point (BEP) ini untuk mengetahui berapa unit produk yang harus terjual agar bisnis Anda mencapai titik impas — tidak untung, tidak rugi.
Bagaimana cara menghitung break even point?
Break even point (BEP) atau titik impas adalah jumlah unit yang harus terjual agar total pendapatan sama persis dengan total biaya — tidak untung, tidak rugi. Di bawah angka ini bisnis masih merugi; di atasnya, setiap unit tambahan yang terjual mulai menyumbang keuntungan.
Konsep intinya adalah margin kontribusi: selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit. Margin ini adalah bagian dari setiap unit terjual yang tersedia untuk menutup biaya tetap. Setelah biaya tetap tertutup penuh, margin dari unit-unit berikutnya menjadi laba bersih.
Rumus break even point
Margin Kontribusi per Unit = Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit
BEP (unit) = Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi per Unit
BEP (omzet) = BEP (unit) × Harga Jual per Unit
Biaya tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya sama berapa pun unit yang diproduksi, seperti sewa tempat, gaji karyawan tetap, atau penyusutan alat. Biaya variabel adalah biaya yang naik-turun mengikuti jumlah produksi, seperti bahan baku per unit atau biaya kemasan.
Contoh perhitungan
Sebuah usaha memiliki biaya tetap Rp10.000.000 per bulan, menjual produk seharga Rp100.000 per unit, dengan biaya variabel Rp60.000 per unit:
Margin Kontribusi = Rp100.000 − Rp60.000 = Rp40.000 per unit
BEP (unit) = Rp10.000.000 ÷ Rp40.000 = 250 unit
BEP (omzet) = 250 × Rp100.000 = Rp25.000.000
Artinya, usaha ini perlu menjual 250 unit (atau mencapai omzet Rp25.000.000) dalam periode tersebut agar seluruh biaya tetap dan variabel tertutup. Penjualan unit ke-251 dan seterusnya baru mulai menghasilkan laba.
Interpretasi hasil
Semakin tinggi margin kontribusi per unit (harga jual jauh di atas biaya variabel), semakin sedikit unit yang perlu terjual untuk mencapai titik impas. Sebaliknya, biaya tetap yang besar akan menaikkan jumlah unit BEP. Angka BEP juga berguna untuk menilai kelayakan sebuah harga jual: jika target BEP terlalu tinggi dibanding kapasitas pasar, harga atau struktur biaya perlu ditinjau ulang.
Asumsi dan keterbatasan
- Kalkulator ini mengasumsikan harga jual per unit dan biaya variabel per unit bersifat tetap (tidak berubah seiring volume penjualan). Pada praktiknya, diskon volume atau efisiensi produksi massal dapat mengubah biaya variabel per unit.
- Biaya tetap diasumsikan benar-benar tetap dalam rentang volume produksi yang relevan. Jika penjualan naik drastis hingga perlu menyewa tempat tambahan atau menambah mesin, biaya tetap yang baru perlu dihitung ulang.
- Perhitungan ini tidak memperhitungkan pajak, bunga pinjaman, atau biaya non-operasional lainnya di luar biaya tetap dan variabel yang dimasukkan.
- Hasil BEP dibulatkan ke atas karena unit produk pada umumnya tidak dapat dijual sebagian.
Pertanyaan Umum
Apa itu break even point?
Break even point (titik impas) adalah jumlah unit penjualan di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya, sehingga bisnis tidak untung maupun rugi. Penjualan di atas titik ini mulai menghasilkan laba.
Apa yang terjadi jika biaya variabel per unit lebih besar dari harga jual?
Jika biaya variabel per unit sudah lebih besar dari harga jual, setiap unit yang terjual justru menambah kerugian, sehingga titik impas tidak akan pernah tercapai berapa pun unit yang terjual — harga jual atau struktur biaya perlu ditinjau ulang.