Langsung ke konten utama
kalkulatorlengkap.com

Kalkulator Hukum Ohm & Rangkaian DC

Gunakan kalkulator ini untuk mencari tegangan, arus, atau resistansi memakai hukum Ohm, menghitung daya listrik, atau mencari resistansi total rangkaian seri dan paralel.

Apa itu hukum Ohm?

Hukum Ohm menyatakan hubungan antara tegangan (V), arus (I), dan resistansi (R) dalam rangkaian listrik: tegangan berbanding lurus dengan arus dan resistansi. Kalkulator ini membantu Anda mencari salah satu dari ketiga nilai tersebut jika dua lainnya sudah diketahui, sekaligus menghitung daya listrik yang terpakai.

Rumus

V = I × R
I = V / R
R = V / I
P = V × I   (daya, dalam watt)

P juga bisa ditulis dalam bentuk lain yang setara: P = I² × R atau P = V² / R.

Contoh perhitungan

Jika tegangan 12 volt dan arus 2 ampere, maka resistansi = 12 / 2 = 6 ohm, dan daya = 12 × 2 = 24 watt.

Rangkaian seri vs paralel

  • Rangkaian seri — resistansi total dijumlahkan langsung: Rtotal = R1 + R2 + R3 + .... Arus yang mengalir sama di setiap komponen.
  • Rangkaian paralel — kebalikan resistansi total adalah jumlah kebalikan tiap resistor: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... Hasilnya selalu lebih kecil dari resistor terkecil dalam rangkaian tersebut.

Contoh rangkaian seri

Tiga resistor 10Ω, 20Ω, dan 30Ω disusun seri: Rtotal = 10 + 20 + 30 = 60 ohm.

Contoh rangkaian paralel

Dua resistor 10Ω disusun paralel: 1/Rtotal = 1/10 + 1/10 = 2/10, sehingga Rtotal = 5 ohm — lebih kecil dari 10Ω.

Asumsi dan keterbatasan

  • Berlaku untuk rangkaian DC (arus searah) resistif sederhana.
  • Tidak memperhitungkan komponen reaktif seperti kapasitor atau induktor, yang perilakunya berbeda pada rangkaian AC (arus bolak-balik).
  • Mengasumsikan komponen ideal tanpa resistansi kabel atau efek suhu terhadap nilai resistansi.

Pertanyaan Umum

Apa itu hukum Ohm?

Hukum Ohm menyatakan tegangan (V) sama dengan arus (I) dikali resistansi (R): V = I × R. Dari rumus ini, arus dan resistansi juga bisa dicari jika dua nilai lainnya diketahui.

Kenapa resistansi total rangkaian paralel selalu lebih kecil dari resistor terkecilnya?

Karena pada rangkaian paralel arus punya lebih dari satu jalur untuk mengalir, sehingga hambatan efektifnya menurun. Secara matematis, kebalikan resistansi total adalah jumlah kebalikan tiap resistor.

Apakah kalkulator ini berlaku untuk rangkaian AC?

Tidak. Kalkulator ini berlaku untuk rangkaian DC (arus searah) resistif sederhana, dan tidak memperhitungkan komponen reaktif seperti kapasitor atau induktor yang muncul pada rangkaian AC.