Kalkulator Kenaikan Gaji
Gunakan kalkulator kenaikan gaji ini untuk menghitung gaji baru dari persentase kenaikan yang ditawarkan, atau menghitung berapa persen kenaikan dari gaji lama ke gaji baru.
Bagaimana cara menghitung kenaikan gaji?
Kenaikan gaji biasanya diinformasikan dalam salah satu dari dua bentuk: persentase (“gaji Anda naik 10%”) atau nominal langsung (“gaji Anda sekarang Rp9.000.000”). Kalkulator ini mendukung kedua arah perhitungan, tergantung informasi apa yang Anda punya.
Jika Anda tahu persentase kenaikannya, kalkulator akan menghitung berapa gaji baru dan berapa nominal kenaikannya. Sebaliknya, jika Anda sudah tahu gaji lama dan gaji baru tapi ingin tahu berapa persen kenaikannya (misalnya untuk membandingkan dengan tawaran kerja lain, atau menilai apakah kenaikan tahunan dari perusahaan sudah sesuai ekspektasi), gunakan mode kedua.
Rumus kenaikan gaji
Dari persentase:
Gaji Baru = Gaji Lama x (1 + Persentase Kenaikan / 100)
Kenaikan Nominal = Gaji Baru - Gaji Lama
Dari nominal:
Kenaikan Nominal = Gaji Baru - Gaji Lama
Persentase Kenaikan = (Kenaikan Nominal / Gaji Lama) x 100%
Contoh perhitungan
Mode dari persentase. Gaji lama Rp8.000.000, mendapat kenaikan 10%:
Gaji Baru = Rp8.000.000 x (1 + 10/100) = Rp8.800.000
Kenaikan Nominal = Rp8.800.000 - Rp8.000.000 = Rp800.000
Mode dari nominal. Gaji lama Rp8.000.000, gaji baru Rp9.000.000:
Kenaikan Nominal = Rp9.000.000 - Rp8.000.000 = Rp1.000.000
Persentase Kenaikan = (Rp1.000.000 / Rp8.000.000) x 100% = 12,5%
Kedua mode menampilkan hasil yang sama persis: gaji baru, kenaikan nominal, dan persentase kenaikan — hanya berbeda input yang Anda masukkan di awal.
Interpretasi hasil
Persentase kenaikan gaji berguna untuk membandingkan tawaran secara adil, terutama jika gaji lama Anda berbeda dari rekan kerja. Kenaikan 10% dari gaji Rp5.000.000 jelas berbeda nilainya secara nominal dibanding kenaikan 10% dari gaji Rp15.000.000, meskipun persentasenya sama. Sebagai patokan kasar, kenaikan gaji tahunan yang sehat di banyak perusahaan Indonesia berkisar antara 5% sampai 15%, tergantung kinerja individu, kondisi perusahaan, dan inflasi tahun berjalan. Kalkulator ini juga mendukung persentase negatif, untuk kasus penyesuaian gaji ke bawah (misalnya saat pindah ke skema kerja paruh waktu).
Asumsi dan keterbatasan
- Hasil yang ditampilkan adalah gaji kotor (bruto), sebelum potongan pajak penghasilan, BPJS, atau iuran lainnya. Untuk melihat dampaknya terhadap gaji yang benar-benar diterima, masukkan angka gaji baru ke Kalkulator Gaji Bersih.
- Kalkulator ini tidak memperhitungkan komponen gaji lain yang mungkin berubah bersamaan dengan kenaikan, seperti tunjangan jabatan atau tunjangan transportasi — hanya angka gaji pokok atau gaji total yang Anda masukkan.
- Persentase kenaikan dibulatkan ke dua angka desimal agar mudah dibaca.
Pertanyaan Umum
Bagaimana jika saya hanya tahu gaji lama dan gaji baru, bukan persentasenya?
Pilih mode "Hitung persentase kenaikan" pada kalkulator ini, masukkan gaji lama dan gaji baru, dan kalkulator akan menghitung persentase kenaikannya secara otomatis.
Apakah hasil kenaikan gaji ini sudah memperhitungkan pajak?
Belum. Hasil ini adalah gaji kotor (bruto). Untuk melihat dampaknya terhadap take-home pay, masukkan gaji baru ke Kalkulator Gaji Bersih.