Langsung ke konten utama
kalkulatorlengkap.com

Kalkulator Rental Yield

Gunakan kalkulator rental yield ini untuk menghitung persentase imbal hasil sewa kotor tahunan dibandingkan harga properti — metrik cepat untuk menilai potensi investasi properti sewa.

Bagaimana cara menghitung rental yield?

Rental yield (imbal hasil sewa) adalah metrik cepat yang dipakai untuk menilai potensi investasi properti sewa, dengan membandingkan pendapatan sewa tahunan terhadap harga properti. Metrik ini sering disebut “gross rental yield” atau imbal hasil sewa kotor, karena belum mengurangkan biaya operasional seperti pajak, perawatan, atau periode kosong tanpa penyewa.

Karena perhitungannya sederhana dan hanya butuh dua angka, rental yield sering dipakai untuk membandingkan banyak properti secara cepat sebelum melakukan analisis yang lebih mendalam menggunakan ROI properti yang memperhitungkan biaya operasional.

Rumus rental yield

Gross Rental Yield (%) = (Sewa per Tahun ÷ Harga Properti) × 100

Semakin tinggi persentasenya, semakin besar pendapatan sewa tahunan dibandingkan harga properti — yang secara umum berarti potensi pengembalian investasi lebih menarik dari sisi sewa, meskipun belum tentu mencerminkan keuntungan bersih setelah biaya.

Contoh perhitungan

Sebuah properti dengan harga Rp500.000.000 disewakan dengan pendapatan sewa Rp40.000.000 per tahun:

Gross Rental Yield = (Rp40.000.000 ÷ Rp500.000.000) × 100 = 8%

Artinya, properti tersebut menghasilkan imbal hasil sewa kotor sebesar 8% per tahun dari harga belinya, sebelum dikurangi biaya operasional apa pun.

Interpretasi hasil

Sebagai gambaran umum, rental yield di kisaran 5 sampai 8% per tahun sering dianggap cukup menarik untuk properti residensial di banyak pasar, meskipun angka “baik” sangat bergantung pada lokasi, jenis properti, dan kondisi pasar setempat. Bandingkan hasil rental yield sebuah properti dengan properti sejenis di lokasi yang sama untuk mendapatkan konteks yang lebih akurat, karena yield yang wajar di satu kota bisa berbeda jauh dengan kota lain.

Asumsi dan keterbatasan

  • Angka ini adalah rental yield kotor (gross) — belum dikurangi biaya operasional seperti pajak properti, biaya perawatan, iuran lingkungan, atau periode kosong tanpa penyewa. Untuk gambaran yang memperhitungkan biaya-biaya tersebut, gunakan Kalkulator ROI Properti.
  • Sewa per tahun yang dimasukkan diasumsikan sebagai pendapatan sewa penuh dalam kondisi properti tersewa sepanjang tahun; kekosongan penyewa akan menurunkan yield aktual di bawah angka ini.
  • Kalkulator ini tidak memperhitungkan potensi kenaikan harga properti (apresiasi) maupun biaya transaksi pembelian, sehingga bukan gambaran lengkap dari total pengembalian investasi.
  • Rental yield yang tinggi tidak selalu berarti investasi yang lebih baik — properti dengan yield tinggi terkadang berada di lokasi dengan risiko lebih besar atau potensi kenaikan harga jangka panjang yang lebih rendah, sehingga tetap perlu dianalisis bersama faktor lain.

Pertanyaan Umum

Berapa rental yield yang dianggap baik?

Bervariasi tergantung lokasi dan jenis properti, namun sebagai gambaran umum, rental yield di kisaran 5-8% per tahun sering dianggap cukup menarik untuk properti residensial di banyak pasar. Bandingkan dengan properti sejenis di lokasi yang sama untuk konteks yang lebih akurat.

Mengapa disebut "kotor" (gross)?

Karena perhitungan ini belum mengurangkan biaya operasional seperti pajak properti, biaya perawatan, atau periode kosong tanpa penyewa. Untuk gambaran yang memperhitungkan biaya tersebut, gunakan Kalkulator ROI Properti.