Kalkulator Debt Service Ratio
Gunakan kalkulator debt service ratio (DSCR) ini untuk menilai kemampuan sebuah bisnis membayar kewajiban utangnya dari laba operasional yang dihasilkan.
Bagaimana cara menghitung debt service ratio (DSCR)?
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) mengukur berapa kali lipat laba operasional sebuah bisnis dapat menutupi kewajiban utangnya (pokok + bunga) dalam satu periode. Berbeda dari debt to income ratio yang berbentuk persentase dan ditujukan untuk individu, DSCR berbentuk rasio kelipatan (misalnya “1,5x”) dan lebih sering dipakai bank untuk menilai kelayakan pinjaman bisnis atau korporasi.
Rumus DSCR
DSCR = Laba Operasional ÷ Total Kewajiban Utang
Laba operasional adalah laba bersih dari kegiatan operasional utama bisnis dalam satu periode (biasanya per tahun), sebelum dikurangi pembayaran utang. Total kewajiban utang adalah total pokok dan bunga yang harus dibayarkan dalam periode yang sama.
Contoh perhitungan
Sebuah bisnis mencatat laba operasional Rp150.000.000 dalam setahun, dengan total kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp100.000.000 pada tahun yang sama:
DSCR = Rp150.000.000 ÷ Rp100.000.000 = 1,5x
Artinya, laba operasional bisnis tersebut 1,5 kali lebih besar dari kewajiban utang yang harus dibayar — masih ada margin keamanan sebesar 50% di atas kewajiban minimum.
Interpretasi hasil
Secara umum, DSCR di atas 1,0 berarti laba operasional cukup menutupi kewajiban utang tanpa perlu mengambil dana dari sumber lain. DSCR di bawah 1,0 berarti laba operasional saja tidak cukup untuk membayar kewajiban utang periode tersebut, sehingga bisnis perlu menutup selisihnya dari kas cadangan atau pembiayaan tambahan — sinyal risiko yang biasanya menjadi perhatian bank.
Banyak pemberi pinjaman mensyaratkan DSCR minimal 1,25 hingga 1,5 sebagai margin keamanan sebelum menyetujui pinjaman bisnis, meski ambang batas pastinya bervariasi antar lembaga dan jenis industri. Bisnis dengan arus kas yang lebih fluktuatif biasanya diminta menjaga DSCR yang lebih tinggi sebagai penyangga terhadap periode pendapatan yang lemah.
Asumsi dan keterbatasan
- Kalkulator ini menggunakan definisi DSCR paling umum (laba operasional dibagi total kewajiban utang). Beberapa lembaga keuangan menggunakan variasi definisi laba operasional, seperti EBITDA atau net operating income dengan penyesuaian tertentu.
- Perhitungan ini adalah snapshot untuk satu periode. DSCR dapat berubah signifikan antar periode tergantung fluktuasi pendapatan bisnis dan jadwal pembayaran utang.
- Ambang batas DSCR minimal yang disyaratkan berbeda-beda antar bank, jenis pinjaman, dan industri; angka 1,25-1,5 hanyalah panduan umum, bukan standar baku.
Pertanyaan Umum
Apa itu DSCR dan mengapa penting?
DSCR (Debt Service Coverage Ratio) mengukur berapa kali lipat laba operasional sebuah bisnis dapat menutupi kewajiban utangnya (pokok + bunga) dalam satu periode. Bank sering menggunakan rasio ini untuk menilai kelayakan pinjaman bisnis.
Berapa DSCR yang dianggap sehat?
Secara umum, DSCR di atas 1,0 berarti laba operasional cukup menutupi kewajiban utang. Banyak pemberi pinjaman mensyaratkan DSCR minimal 1,25 hingga 1,5 sebagai margin keamanan, meski ambang batas pastinya bervariasi antar lembaga.