Kalkulator Persilangan Dihibrid (Punnett Square)
Gunakan kalkulator ini untuk menghitung rasio genotipe dan fenotipe hasil persilangan dihibrid (dua sifat/gen sekaligus) dari genotipe kedua induk, menggunakan papan Punnett.
Bagaimana cara menghitung persilangan dihibrid?
Persilangan dihibrid adalah persilangan genetika yang melibatkan dua sifat berbeda sekaligus (misalnya warna dan bentuk biji), masing-masing dikendalikan oleh satu gen dengan pola pewarisan dominan-resesif. Kalkulator ini menghitung kemungkinan genotipe dan fenotipe keturunan dengan menyilangkan seluruh kombinasi gamet dari kedua induk menggunakan papan Punnett 4 kali 4.
Rumus dan cara kerja
1. Pecah genotipe tiap induk menjadi gen pertama (2 huruf pertama) dan gen kedua (2 huruf terakhir).
2. Bentuk 4 gamet tiap induk dari kombinasi alel gen pertama x gen kedua.
3. Silangkan 4 gamet induk A dengan 4 gamet induk B (16 kombinasi total).
4. Tabulasikan genotipe dan fenotipe dari seluruh 16 kombinasi keturunan.
Setiap gamet dibentuk dari satu alel gen pertama dan satu alel gen kedua. Untuk induk heterozigot seperti “RrYy”, gamet yang terbentuk adalah RY, Ry, rY, dan ry. Untuk induk homozigot seperti “RRYy”, gamet yang terbentuk adalah RY, Ry, RY, dan Ry — pengulangan ini penting karena secara otomatis memberi bobot yang benar saat seluruh 16 kombinasi disilangkan.
Contoh perhitungan
Persilangan klasik antara dua induk heterozigot untuk kedua sifat, RrYy disilangkan dengan RrYy:
Gamet induk A = gamet induk B = RY, Ry, rY, ry
Hasil 16 kombinasi menghasilkan 9 genotipe berbeda:
RRYY:1, RRYy:2, RRyy:1, RrYY:2, RrYy:4, Rryy:2, rrYY:1, rrYy:2, rryy:1
Dikelompokkan menurut fenotipe:
Dominan-Dominan (R_Y_) = 9
Dominan-Resesif (R_yy) = 3
Resesif-Dominan (rrY_) = 3
Resesif-Resesif (rryy) = 1
Rasio fenotipe yang dihasilkan adalah 9:3:3:1, rasio klasik yang pertama kali ditemukan Gregor Mendel dalam percobaan persilangan tanaman kacang ercis.
Persilangan dengan induk homozigot
Kalkulator ini juga menangani kombinasi induk yang tidak klasik, misalnya salah satu induk homozigot pada satu gen. Contohnya, persilangan RRYy dengan RrYy: karena induk pertama selalu menyumbang alel R (dominan) untuk gen pertama, seluruh keturunan pasti menampilkan sifat dominan pada gen tersebut, sehingga tidak ada keturunan dengan fenotipe resesif pada gen pertama. Rasio fenotipe yang dihasilkan menjadi 3:1:0:0 (mengikuti pola persilangan monohibrid Yy dikali Yy untuk gen kedua saja).
Interpretasi hasil
Angka pada rincian genotipe menunjukkan berapa dari total 16 kombinasi Punnett yang menghasilkan genotipe tersebut, sedangkan rasio fenotipe telah disederhanakan menggunakan faktor pembagi terbesar (FPB) dari keempat kategori. Untuk latihan genetika lain, coba juga Kalkulator Frekuensi Alel (Hardy-Weinberg) atau Kalkulator Statistik Deskriptif untuk mengolah data hasil persilangan.
Pertanyaan Umum
Apa itu persilangan dihibrid dan rasio 9:3:3:1?
Persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat berbeda sekaligus (misalnya warna dan bentuk biji), masing-masing dikendalikan oleh satu gen dengan alel dominan-resesif. Ketika kedua induk heterozigot untuk kedua sifat (misalnya RrYy × RrYy), keturunannya menghasilkan rasio fenotipe klasik 9:3:3:1.
Bagaimana cara memasukkan genotipe induk ke kalkulator ini?
Masukkan genotipe masing-masing induk sebagai 4 huruf, dua huruf pertama untuk gen pertama dan dua huruf berikutnya untuk gen kedua (misalnya "RrYy" berarti heterozigot Rr untuk gen pertama dan heterozigot Yy untuk gen kedua). Huruf besar menandakan alel dominan, huruf kecil menandakan alel resesif.
Kalkulator Terkait
Kalkulator Frekuensi Alel (Hukum Hardy-Weinberg)
Hitung frekuensi alel dan genotipe dalam populasi menggunakan hukum Hardy-Weinberg.
Kalkulator Statistik Deskriptif (Rata-rata, Median, Modus, Standar Deviasi)
Hitung rata-rata, median, modus, dan standar deviasi dari sekumpulan data.
Kalkulator Persentase
Hitung persentase, kenaikan, dan penurunan nilai dengan mudah.